Join MultiplyOpen a Free ShopSign InHelp
MultiplyLogo
SEARCH
ReviewReviewReviewReviewReviewApr 27, '09 8:28 AM
for everyone
Category:Books
Genre: Other
Author:Tere Liye
Terbayangkah Anda, seorang anak manusia melarung kenangan-pahit cinta dengan menyusuri puluhan ribu mil samudera selama lebih dari 1513 hari? Jim, seorang pemain biola, tertikam sesal mendalam karena kehilangan Nayla. Dia selalu gagal melupakan kepengecutan membayar janji kepada gadis pujaannya itu. Dalam selubung rasa putus asa, bersalah, dan tak berharga sebagai lelaki, bertemulah Jim dengan Sang Penandai, pembuat dan penjaga dongeng-dongeng. Dia pun terpandu melaut ke negeri-negeri Timur. Bersama Armada Kota Terapung di bawah pimpinan Laksamana Ramirez, Jim yatim-paitu yang dibesarkan oleh dermawan kota, si miskin-papa yang hanya pintar memainkan biola, pemuda yang terlalu pengecut untuk melawan takdir hidupnya-mengubah diri menjadi sosok penting dalam ekspedisi ke Tanah Harapan. Bertempur dengan para perompak legenda perbatasan benua, singgah dan mendaki lereng Puncak Adam, dan menjadi pahlawan dalam perang saudara di negeri Champa, semua dia lalui sembari bergulat dengan hantu masa lalunya. Di ujung kisah, Jim menamatkan pelajaran berharga tentang "menjadi pencinta sejati" dan "berdamai dengan masa lalu".

***

I love this book!! Kupikir, ide ceritanya sangat menarik, juga penuh inspirasi. Bisa dibilang, novel ini m'hibur tp tetap penuh muatan. Dua jempol!!

Aq baru kali pertama baca karya mas Tere Liye, kukira Sang Penandai ini karya terjemahan, eh t'nyata bukan. Keren!

Hal menarik lain, penulisnya cukup misterius! Hehe..


ReviewReviewReviewReviewApr 7, '09 2:40 AM
for everyone
Category:Other
Michelle Paver lahir Malawi; ayahnya berasal dari Afrika Afrika Selatan dan ibunya berasal dari Belgia. Keluarga ini pindah ke Inggris ketika dia kecil dan tinggal di Wimbledon hingga sekarang. Setelah lulus dari Oxford dalam bidang biochemistry, dia menjadi pengacara dan kini menjadi partner dari salah kantor pengacara besar di kota itu dengan spesialisasi dalam patent litigation.

Kini ia menghabiskan waktu untuk menulis THE CHRONICLES OF ANCIENT DARKNESS. Beberapa buku yang telah diterbitkan di Indonesia di antaranya, Wolf Brother (April 2006), Spirit Walker (Oktober 2006), Soul Eater (2007), dan OutCast (April 2008). Kesemuanya diterbitkan oleh penerbit Matahati.


ReviewReviewReviewReviewMar 16, '09 6:48 AM
for everyone
Category:Books
Genre: Literature & Fiction
Author:Alan Lightman
Suatu dunia gaib, adikodrati, menawan, penuh pesona, dan gairah (Michiko Kakutani, New York Time)

Pernah ga sih kamu mimpi berada di sebuah di dunia yang begitu aneh, karena 'waktu' di sana tidak seperti 'waktu' di dunia kita sekarang? Kurasa, pertanyaan ini bahkan lebih membingungkan untuk dijawab daripada jawaban itu sendiri..

Tapi, seseorang pernah mengalaminya. Ya, di banyak malam sejak 14 April 1905 hingga 28 Juni 1905 ia selalu bermimpi tentang dunia dengan waktu yang aneh. Tampaknya ia memang teramat penasaran dengan misteriusnya waktu, sehingga ia harus melewati banyak tidur-malamnya dengan mimpi-mimpi unik tentang waktu. Tentu saja, karena ia adalah Albert Einstein! Meskipun pada masa itu ia masih seorang juru ketik di kantor paten, namun ia sudah hampir menyelesaikan teori relativitasnya.

Nah, kira-kira seperti itulah gambaran umum dari novel unik karya fisikawan Amerika, Alan Lightman. Novel ini berjudul “Mimpi-mimpi Einstein” atau “Einstein’s Dream” dalam versi aslinya.

Novel kecil ini memang menyajikan mimpi-mimpi menakjubkan Einstein, yaitu selama ia menjalani masa-masa menentukan ketika ia hendak merampungkan teorinya. Dalam kajian psikologi, ketika seseorang sedang melalui situasi yang cukup berat terutama berat bagi pikirannya, amatlah mungkin bahwa pikiran-pikirannya itu menguasai bawah sadarnya, hingga saat ia tidur semua muncul menampilkan diri dalam wujud mimpi. Dan Lightman tampaknya memang ingin menggambarkan hal tersebut. Karena dongeng-dongeng mimpi Einstein ini merupakan hasil sulapan Lightman dari beberapa teori tentang waktu.

Banyak hal menarik yang kita dapat saat membaca novel ini. Bagiku sendiri, kisah-kisahnya nan unik dan menggelitik amatlah menggoda. Sajian bahasanya yang cukup indah memberikan nuansa tersendiri saat membacanya, membuat kita selalu nyaman untuk meninkmati tiap ceritanya. Acungan jempol bagi penerjemah yang mampu mempertahankan keindahan narasi tersebut.

Satu hal lagi yang paling menarik dari novel ini bagiku; penulis bisa saja seorang fisikawan. Begitupun isinya, bisa saja bertemakan isu fisika paling serius di abad ini. Tapi, para pembaca awam fisika tetap bisa mengapresiasi bacaan ini dengan nikmat. Lebih dari itu, mereka (semestinya) dapat mengambil life lesson yang sangat berharga dari tiap kisah yang ada. Terutama tentang bagaimana seseorang menyikapi misterius dan otoriternya sang waktu.


ReviewReviewReviewReviewFeb 16, '09 9:06 AM
for everyone
Category:Books
Genre: Mystery & Thrillers
Author:Dorothy & Thomas Hoobler
Jepang abad ke-18 zaman Tokugawa. Seikei Konoike, seorang anak pedagang berusia empat belas tahun, ingin menjadi seorang samurai. Namun, sistem feodal pada masa itu tidak memungkinkan orang berpindah kasta.

Sebuah batu rubi yang akan dipersembahkan Tuan Hakuseki kepada Shogun menghilang ketika ia menginap di Tokaido. Analisis Seikei tentang kejadian tersebut menarik perhatian Hakim Ooka, orang yang bertugas menyelidiki kasus itu. Hakim Ooka pun mengajak Seikei untuk membantu penyelidikan.

Sekaranglah kesempatan Seikei untuk menjadi seorang samurai. Mampukah Seikei menempuh jalan samurai? Bisakah kasus tersebut diungkap? Petualangan pun dimulai. Ternyata ada kisah lain dan rencana pembalasan dendam di balik kasus tersebut...

***

Plotnya membangun klimaks yang menarik sekaligus dramatis. Semua aksinya berada dalam konteks era Tokugawa di mana Jepang diperintah oleh seorang kaisar dan shogun, kala mempertahankan harga diri berada di atas segalanya.
—School Library Journal

Misteri yang dibangun dengan intrik yang memikat, berujung pada klimaks yang memuaskan. Kaya akan atmosfer serta detail budaya Jepang...
—Booklist

Penuh petualangan, menyuguhkan potret Jepang di era Shogun. Sungguh sebuah novel yang luar biasa.
—Kirkus Reviews


Buku yang sangat bagus bagi pembaca muda penyuka misteri...
—The Asian Reporter’s Book Review

Bacaan yang sangat bagus, ceritanya kuat dan penuh petualangan.
—Amazon.com

Ceritanya unik dan dituturkan dengan sangat baik.
—Barnes&Noble

Novel ini amat menyenangkan untuk dinikmati.
—Goodreads.com

Pada tahun 1735, di Jalan Tokaido, hidup seorang bocah Jepang berusia empat belas tahun berubah drastis. Eksotis dan menarik...
—Parents’ Choice


ReviewReviewReviewReviewJan 6, '09 12:29 AM
for everyone
Category:Books
Genre: Other
Author:Joannes Rhino
Anita, seorang wanita 35 tahun, hidup di dua dunia secara bersamaan; dunia nyata dan dunia mimpi. Di salah satu dunianya, ia adalah seorang ibu dari dua anak yang mendiami sebuah kota kecil, Magelang. Di dunianya yang lain, ia menjadi seorang wanita karier di Jakarta dan menjalin hubungan dengan pria bernama Michael.

Awalnya, sangatlah menyenangkan hidup di kedua dunia itu secara bersamaan, karena apa yang tidak didapatkannya dari dunia yang satu, bisa didapatkannya dari dunia yang lain. Namun, seiring berjalannya waktu, Anita tak lagi bisa membedakan mana dunia nyata dan mana yang hanya mimpi. Apakah karier dan kehidupan percintaannya dengan lelaki pujaannya di Jakarta hanya khayalan? Atau, keluarganya di Magelang adalah mimpi semata?

Anita akhirnya sadar bahwa ia dihadapkan pada sebuah kesempatan kedua; sebuah kesempatan lain untuk mengakhiri masa lalu yang belum berakhir. Tapi, tetap saja ia tak bisa membohongi hatinya yang hancur berantakan saat menyadari kenyataan itu. Ia tak bisa berpura-pura seakan berbagai macam peristiwa yang berlangsung tidak benar-benar terjadi. Anita hanya bisa berharap andai saja dirinya dapat tidur lebih lama lagi...


ReviewReviewReviewReviewDec 20, '08 2:07 AM
for everyone
Category:Books
Genre: Other
Author:Terry Pratchett
'Crivens!'

Penyihir tulen tak pernah sembarangan meninggalkan tubuhnya dalam keadaan kosong. Tiffany yang berusia sebelas tahun melakukannya. Dan ada sesuatu yang menunggu untuk menyambar sosok tubuh yang bisa diambil alih.

Sesuatu yang kuno, mengerikan, dan tak bisa mati ...

***

Topi Selebar Langit merupakan novel kedua Terry Pratchett tentang Tiffany dan Pria Cilik Merdeka. Segerombolan peri yang paling kasar, tangguh dan bau. Mereka gemar bertarung. Akan tetapi, kekuatan mereka mungkin tak cukup untuk menyelamatkan Tiffany...

***

Gak kalah seru ma buku yg pertama, also a must-read-book!!
- Fauzi


ReviewReviewReviewDec 20, '08 2:03 AM
for everyone
Category:Other
Terry Pratchett sold his first story when he was thirteen, which earned him enough money to buy a second-hand typewriter. His first novel, a humorous fantasy entitled The Carpet People, appeared in 1971 from the publisher Colin Smythe. Terry worked for many years as a journalist and press officer, writing in his spare time and publishing a number of novels, including his first Discworld novel, The Color of Magic, in 1983. In 1987 he turned to writing full time, and has not looked back since. To date there are a total of 36 books in the Discworld series, of which four (so far) are written for children. The first of these, The Amazing Maurice and His Educated Rodents, won the Carnegie Medal. A non-Discworld book, Good Omens, his 1990 collaboration with Neil Gaiman, has been a longtime bestseller, and was reissued in hardcover by William Morrow in early 2006 (it is also available as a mass market paperback (Harper Torch, 2006) and trade paperback (Harper Paperbacks, 2006). Terry's latest book, Making Money, was published in September 2007 and was an instant New York Times and London Times bestseller. In 2008, Harper Children's will publish Terry's new standalone non-Discworld YA novel, Nation.

Regarded as one of the most significant contemporary English-language satirists, Pratchett has won numerous literary awards, was named an Officer of the British Empire “for services to literature” in 1998, and has received four honorary doctorates from the Universities of Warwick, Portsmouth, Bath, and Bristol. His acclaimed novels have sold more than 45 million copies (give or take a few) and have been translated into 33 languages.

Terry Pratchett lives in England with his family, and spends too much time at his word processor.


ReviewReviewReviewReviewDec 20, '08 1:56 AM
for everyone
Category:Books
Genre: Other
Author:Terry Pratchett
Sebuah Kisah Tentang Dunia Khayal baru

Ada masalah di pertanian keluarga Aching�mimpi-mimpi buruk menyebar turun dari atas bukit.

Dan adik laki-laki Tiffany Aching diculik. Untuk menemukan adiknya kembali, Tiffany melengkapi diri dengan sebuah panci penggorengan, buku mantra milik neneknya (sebetulnya sih buku Penyakit-penyakit Domba)�dan kaum Nac Mac Feegle, para Pria Cilik Merdeka, manusia cilik berkulit biru yang gemar berkelahi dan mencuri, yang diusir dari Negeri Dongeng karena suka mabuk dan sulit diatur ....

***

Banyak hal yang bisa membuat kita tertawa. Pratchett lihai mengubah 90 derajat hal-hal biasa menjadi istimewa.
- The Times

Sebuah contoh jelas dari sebuah cerita khayalan yang klasik dan tentu saja ... Crivens! Novel ini layak terwujud sejuta buwah.
- Sunday Express


ReviewReviewReviewReviewMay 28, '08 2:01 AM
for everyone
Category:Books
Genre: Mystery & Thrillers
Author:Peter Blauner
Satu Pembunuhan Tak Pernah Cukup

Baginya, membunuh adalah candu terkuat, hasrat terluhur, ekspresi cinta termanis...

1983:
Allison Wallis, seorang dokter muda, ditemukan tewas mengenaskan di dalam apartemennya di Manhattan. Detektif Francis X. Loughlin menangani kasus ini. Ini adalah kasus besar pertamanya. Kecurigaan tertuju pada Julian “Hoolian” Vega, anak pengawas gedung apartemen Allison. Hoolian adalah seorang pelajar sekolah Katolik, penggemar fiksi-ilmiah berusia tujuh belas tahun. Francis berhasil menyeret Hoolian ke penjara. Kasus pun ditutup.


2003:
Francis menjelang masa pensiunnya dan terancam mengalami kebutaan. Di penghujung kariernya itu, ia kembali menangani kasus besar. Lagi-lagi pembunuhan seorang dokter wanita muda. Korban kali ini pun memiliki kemiripan fisik dengan Allison Wallis. Kebetulan, Hoolian saat itu telah bebas dan bekerja di daerah TKP. Awalnya ini tampak seperti kasus mudah, sampai kemudian diketahui fakta bahwa DNA pembunuh yang ditemukan di bawah kuku korban adalah DNA Allison Wallis—korban pembunuhan 20 tahun lalu!


Detektif Francis X. Loughlin berusaha menuntaskan kasus ini untuk selamanya. Sebelum ia mengalami kebutaan, sebelum sang pembunuh beraksi kembali...


ReviewReviewReviewReviewFeb 19, '08 11:28 PM
for everyone
Category:Books
Genre: Other
Author:Fadia Faqir
Lantaran hamil di luar nikah, Salma didakwa melanggar adat Badui di desanya di Levant, sebuah kawasan luas di Timur Tengah. Demi memulihkan kehormatan Badui, dia dijatuhi hukuman mati. Selama sekian tahun, Salma ditahan di penjara dan terpisah dari bayinya. Hingga suatu saat, sebuah kesempatan memuluskan usahanya kabur hingga ke Inggris.


ReviewReviewReviewReviewFeb 19, '08 11:23 PM
for everyone
Category:Books
Genre: Other
Author:Haruki Murakami
Kafka Tamura merupakan gambaran lain dari sosok Oedipus, Raja Thebes yang mengawini ibu kandungnya. Sejak Kafka masih belia, ayahnya telah menorehkan ramalan, lebih tepatnya kutukan, pada dirinya bahwa dia bakal membunuh ayahnya, serta meniduri ibunya. Sementara Nakata, lelaki tua aneh yang hilang separuh “bayangannya” adalah wujud semu dari Kafka.


ReviewReviewReviewReviewJan 21, '08 12:38 AM
for everyone
Category:Books
Genre: Other
Author:Scott Smith
Sejumlah arkeolog menghilang tanpa jejak di sebuah situs reruntuhan
kuno suku Maya di Meksiko. Enam orang turis ikut tertarik untuk
menuju ke situs itu. Mereka tidak tahu ada sesuatu yang menunggu
mereka di sana. Sesuatu yang bisa menghantarkan mereka pada kematian…

***

Empat orang turis Amerika—Eric, Jeff, Amy, dan Stacy—berlibur di
Cancun, Meksiko. Di sana mereka berteman dengan Mathias yang
berkebangsaan Jerman dan Pablo yang berasal dari Yunani. Mathias
mengajak mereka bertualang melintasi hutan menuju sebuah situs
reruntuhan kuno peninggalan suku Maya guna menyusul adiknya yang
ikut bersama rombongan arkeolog ke sana.

Namun sesampainya di situs misterius itu, bukannya menemukan
rombongan arkeolog, mereka malah menerima ancaman dari suku Maya
setempat yang akan membunuh mereka jika mereka meninggalkan situs
tersebut. Dan tanpa mereka sadari, sesuatu yang mematikan mengintai
mereka di sana. Sesuatu yang menikmati ketakutan dan keputusasaan
mereka… yang hendak menghabisi mereka secara perlahan dan
menyakitkan, satu demi satu...

**Pujian-pujian**

Novel yang paling menggelisahkan tahun ini...
—Time

Pembaca akan merasa ikut terperangkap dalam keputusasaan...
—The Washington Post

Sebuah kisah yang sangat menakutkan...
—USA Today

Smith sukses membuat pembaca ketakutan setengah mati.
—Entertainment Weekly

Menciptakan atmosfer kengerian dan plotnya sungguh memikat.
—Publishers Weekly

Novel ini bukan untuk yang lemah jantung...
—The New York Post

Salah satu novel yang paling menakutkan, mengerikan, dan
menegangkan...
—The Sun-Sentinel

Novel yang tanpa ampun, mirip dengan kehidupan nyata...
—Salon

Smith menumpuk kengerian di atas kengerian di atas kengerian...
—The Daily News

Lebih menakutkan ketimbang thriller...
—Bookmarks Magazine

Novel suspense yang bergerak laju, mencengkeram Anda tanpa mau
lepas...
—The Cleveland Plain Dealer

Akhirnya sungguh sempurna dan tragis.
—School Library Journal


ReviewReviewReviewDec 22, '07 1:21 AM
for everyone
Category:Books
Genre: Other
Author:Lewis Perdue
SEBUAH karya sastra memang tak semestinya ditulis berdasarkan fakta,
apalagi hanya sekadar merekam peristiwa sejarah yang pernah terjadi
di masa lampau. Karena pada dasarnya fiksi merupakan capaian ikhtiar
pengarang meniti jalan berkelok dalam menerobos "relung-relung"
sejarah, juga realitas. Tak pelak, kalau "jalan peniruan" itu yang
kemudian dipilih atau ditempuh, tidak mustahil, karya sastra yang
lahir tak ubahnya sebongkah foto hasil jepretan kamera. Indah dan
menggugah, tetapi kurang bisa mematik kesadaran pembaca untuk
berpikir kritis.

Tapi novel Deadly Triangle (aslinya berjudul The Da Vinci Legacy;
1983) karya Lewis Perdue ini termasuk perkecualian. Meski
sebagaimana diakui pengarang yang kini tinggal di Sonoma, California
ini ditulis berdasarkan fakta sejarah, Perdue tetap tak terjebak
pada setumpuk bahan literer "sejarah yang bisu" melainkan dapat
melangkah lebih jauh, menyeruak di balik bilik peristiwa juga
melampaui realitas dan lorong-lorong masa lalu yang nyaris tidak
terekam sejarah.

Jika diibaratkan, sejarah merupakan kisah tentang pertumpahan darah
orang yang membunuh, mencuri, dan bahkan melakukan berbagai hal di
tengah lautan. Tak mustahil, apa yang terjadi di tepian laut justru
luput dari perhatian. Nah, Perdue melalui novel ini dapat
diibaratkan menulis kisah mengenai apa yang terjadi di tepian laut
tersebut.

Kisah yang terjadi di tepi laut itu dituturkan oleh pengarang dengan
jalan membuka lapis demi lapis "lingkaran maut" The Elect Brothers
(kelompok biarawan keturunan St. Peter), Nazi, GRU (intelejen
kemiliteran Rusia), dan Vatikan dalam memperebutkan naskah kuno
karya da Vinci. Awalnya, Kingsbury membeli sebuah naskah kuno
Leonardo dari keluarga Caizzi. Saat Vence Erikson --sarjana da Vinci
yang dipercaya Kingsbury-- mengamati dengan cermat, ternyata ia tahu
naskah kuno da Vinci itu dipalsukan.

Sontak, Kingsbury dan Vance ingin mengetahui "isi dari naskah yang
hilang" itu, serta mencari tahu di balik pemalsuan tersebut. Tapi,
saat Vance menyelidiki lebih jauh, dia justru dihadang berbagai
peritiwa aneh. Tiga orang ahli da Vinci yang mau ditemui justru
meninggal dunia dan ia bahkan menjadi target pembunuhan. Dari
petunjuk yang ditulis Martini, satu dari tiga ahli da Vinci yang
terbunuh, Vance kemudian terbang ke Italia. Jalinan kisah pun jadi
berbelit, karena Vance selalu diburu oleh sekelompok orang yang
tidak jelas beralifiasi di pihak mana.

Alhasil, novel ini selain menghibur dapat dipastikan juga menyentak
kesadaran pembaca.***

*) n_mursidi, cerpenis asal Lasem, Jateng. Kini tinggal di pinggiran
Jakarta. resensi ini dimuat di Suara Merdeka, Minggu 28 Oktober 07

ReviewReviewReviewReviewDec 22, '07 1:15 AM
for everyone
Category:Books
Genre: Nonfiction
Author:Naomi Susan
Inilah buku yang menantang adrenalin kita untuk membolak balik pola pikir pembacanya.. . bahasanya yang unik, nyleneh, kadang ngawur dan campur baur Inggris dan Indonesia, justru jadi kekuatan dari buku ini untuk mempengaruhi pembaca.. agar berani dan nekad serta mau dan mampu mengelola sisi negatif nya... Anda berani?


ada pula komentar menarik dari seorang seniman ahli monolog, Butet Kertaredjasa. Saat membaca buku ini, ia mengatakan pada penulisnya, "Wah..bahaya, hati-hati membaca buku ini, kalau tidak siap mental. Bisa-bisa tersesat ke jalan yang benar..."


Komentar slenge'an juga muncul dari mantan presiden kita Gus Dur. "Daripada menimbulkan fitnah, mending baca aja buku ini...Gitu aja kok repot!" Tak ketinggalan, sang host Kick Andy di Metro TV, Andy F. Noya juga ikut berkomentar, "Saya suka baca buku-buku aneh. Buku ini salah satunya. Layak disimak.."


Tak urung, bahkan sang master ESQ, Ary Ginandjar pun gatal untuk ikut berkomentar. "Buku ini akan mengubah paradigma dalam menghadapi hal negatif," ujarnya dengan senyum yang khas. Komentar bernada menyejukkan oleh Ary Ginandjar ini bertolak belakang dengan apa yang disampaikan Purdi E. Chandra, pengusaha pemilik Primagama Grup. "Buku ini akan mengakibatkan "kegilaan"!! ! Tapi itu dibutuhkan oleh orang yang nekad pengen sukses"


Begitulah, berbagai komentar saat orang membaca buku ini. Dan memang, buku ini

barangkali adalah satu-satunya yang berani mengklaim untuk menjadi Be Negative!


Background


Inilah buku nyleneh, unik, tapi powerful, yang ditulis berdasar pengalaman dan pengamatan yang dialami oleh seorang bernama Naomi Susan. Sebagai seorang wanita, ia punya banyak keterbatasan.


Namun, dengan keyakinan kuat, perjuangan tanpa henti, dalam usaha mengejar semua impian dan membalik semua omongan negatif, Naomi Susan berhasil mencapai titik di mana dia mampu mewujudkan semua harapannya. Tak mudah tentu, perjuangan yang dilakukannya. Namun, dengan kepolosan dan keluguan (baca: kejelian dan kegigihan), ia mampu membalik segala hal negatif yang mampu menghambat semua impiannya, menjadi daya dorong yang justru mampu mengungkit semangatnya, hingga akhirnya dapat membantu mewujudkan cita-citanya.


Satu kata yang cukup sering disebut dalam buku ini adalah gagal atau kegagalan. Satu hal negatif yang bisa jadi setiap orang pernah mengalaminya. Jika dipahami dengan sudut pandang yang berbeda, seperti yang disebut Naomi dalam berbagai pengalamannya, kegagalan bisa dimaknai sebagai proses belajar. Ada menang, ada kalah, dimaknai dalam buku ini sebagai ada menang, ada belajar. Begitu seterusnya. Dengan pola pikir dan cara pandang yang demikian, membuat semua hal negatif tidak lagi perlu ditolak mentah-mentah, namun, tinggal justru bisa kita kelola agar jadi hal negatif namun efektif.


Inilah kekuatan dan inti yang diungkap dari buku yang cukup melawan mainstream ini. Naomi Susan yang pernah jatuh, gagal, bangkrut dengan menggunakan pola sikap negatif namun efektif, telah mampu memutabalikkan semua peristiwa negatif menjadi daya dorong yang luar biasa untuk terus berkarya, hingga mampu menularkan semangat itu dalam buku nyleneh, unik, namun powerful ini.


Kumpulan catatan mantan orang gagal yang terus belajar dari semua kegagalannya ini akan membuat pembaca buku ini digiring pada mindset (pola pikir) yang baru. Yakni, bahwa menikmati atau menjalani semua hal negatif, dengan cara pandang yang berbeda, akan membawa kita pada jalan yang lebih matang dan mantab untuk mencapai semua impian kita. Jadi, siap-siaplah terkaget-kaget dengan dampaknya...be negative, but effective!

ReviewReviewReviewDec 17, '07 5:08 AM
for everyone
Category:Books
Genre: Entertainment
Author:Nora Ephron
Apa yang bisa kita lakukan pada leher kita? Kita bisa mewarnai
rambut, mengencangkan kulit wajah, menambah implan, atau melakukan
sedot lemak. Tapi leher? Leher wanita tak bisa bohong. Tidak ada
yang bisa kita lakukan pada leher kita.

Bagaimana dengan tas? Tahukah kau bahwa ada jenis tas yang membuat
kita tampak sepuluh tahun lebih tua dari usia kita? Dan coba tengok
tasmu. Apakah tasmu kini telah berubah menjadi kuburan barang-barang
bekas pakai—lipstik tanpa tutup, bungkus tisu dan permen, sisir yang
sudah lama kau anggap hilang, kotak bedak yang isinya tinggal
separo? Lalu, apa yang harus kau lakukan?

***

Dengan cerdas dan jenaka, Nora Ephron menuturkan suka-duka menjadi
wanita. Bukunya ini telah dibaca oleh jutaan orang di seluruh dunia.
Menjadi "bacaan wajib" para wanita yang tidak ingin menyesali hidup
mereka, walau tetap harus memiliki leher...

ReviewReviewReviewDec 2, '07 2:28 AM
for everyone
Category:Books
Genre: Mystery & Thrillers
Author:James Rollins
Fakta: Laboratorium Nazi di Breslau, Polandia, bulan Mei 1945, di
penghujung Perang Dunia II. Pasukan Rusia menemukan tempat itu telah
dikosongkan. Enam puluh dua ilmuwannya telah ditembak mati. Hasil
penelitiannya, dengan sandi die Glocke atau the Bell, telah lenyap
tanpa jejak.

Di masa kini, di sebuah kuil terpencil di Himalaya, para biarawan
tiba-tiba berubah menjadi gila dan seperti kanibal. Darah dan
potongan-potongan tubuh tercecer di mana-mana. Di dada seorang biksu
ditemukan sayatan Swastika—simbol Nazi.

Di Kopenhagen, Denmark, misi rahasia Sigma Force untuk menemukan
Injil peninggalan Charles Darwin, berujung pada sabotase mematikan.
Sementara di Zululand, Afrika Selatan, seorang ilmuwan dibunuh
secara brutal oleh makhluk misterius yang dijuluki oleh para
penduduk setempat sebagai Ukufa—Kematian...

***

Peristiwa-peristiwa tersebut terkait dengan mimpi Adolf Hitler untuk
menciptakan ras manusia super yang mengungguli ras-ras manusia
lainnya. The Bell, alat yang diciptakan untuk mewujudkan mimpi itu,
harus segera ditemukan. Bila sampai jatuh ke tangan yang salah,
dunia akan berada di ambang kehancuran...

***

Digagas berdasarkan fakta oleh seorang master thriller, novel ini
tak pelak menjadi sebuah novel yang amat menegangkan sekaligus
kontroversial. Mengangkat kisah tentang sebuah misteri yang jika
terpecahkan akan bisa menjawab banyak pertanyaan tentang
kemanusiaan… tentang asal-usul kehidupan...

ReviewReviewReviewOct 5, '07 5:57 AM
for everyone
Category:Books
Genre: Biographies & Memoirs
Author:Marita Conlon-McKenna
TAK ada satu pun wanita di dunia ini yang mau
menderita lantaran api cinta. Tapi pesona cinta
kerapkali membuat kaum hawa sering lupa akan
penderitaan yang ditanggung jika dia terpeleset asmara
dan hamil di luar nikah. Padahal kaum hawa harus
menanggung derita yang tak terkira. Ia tak saja sakit
hati terhadap kekasih yang pergi melainkan juga
ditimpa tudingan sebagai "wanita nakal". Lebih tragis,
keluarga yang seharusnya jadi pelindung --tak jarang--
justru menjatuhi hukuman!
Nasib tragis akibat hamil di luar nikah itulah yang
dialami Ester Doyle sebagaimana dikisahkan Marita
Conlon-McKenna dalam novel The Magdalen ini. Diangkat
dari kisah nyata kehidupan Ester Doyle, gadis asal
Irlandia, yang menjalani hukuman tragis karena
dikucilkan keluarga ke Magdalen Laundry dan
diperlakukan seperti budak, tentu cerita novel ini
memilukan, mengandung pesan moral serta pelajaran
berharga bagi pembaca.
Dilahirkan di daerah terpencil di Carraig Beag,
Connemara, (bagian Barat Irlandia), Ester Doyle adalah
gadis yang lahir dengan lilitan derita. Lahir dari
keluarga (nelayan) miskin, nyaris membuat Ester harus
kerja keras membantu ibunya; mengurus rumah, memasak
dan mengasuh adiknya apalagi setelah ayahnya meninggal
dunia saat ia berumur 13 tahun.
Tapi derita itu masih kuat ditanggung Ester. Ia
menganggap itu adalah jalan hidup yang harus dijalani.
Penderitaan yang nyaris tak terbayangkan oleh Ester
ketika ia harus menjalani hukuman akibat hamil di luar
nikah. Kala Ester tumbuh dewasa dan mengenal lawan
jenis, ia jatuh cinta terhadap Conor O`Hagan.
Diam-diam, ia sering menemui Conor dan melakukan
hubungan badan. Buah dari kecerobohan Ester itu
membawa petaka. Ia hamil. Conor tak mau bertanggung
jawab. Demi uang, Conor pun memilih menikahi Naula
McGuiness, majikannya yang berumur lebih tua.
Tak ingin menanggung malu, keluarganya membawa ke
Magdalen di Dublin daripada digunjing tetangga sebagai
hukuman yang pantas diterima Esther. Magdalen dikenal
sebagai "tempat rehabilitasi" yang diperuntukkan bagi
wanita nakal; seperti pelacur, gadis yang hamil di
luar nikah juga gadis malang yang menjadi korban inses
dan pemerkosaan --yang didirikan sebagai "tempat
penebusan dosa". Karena dianggap berlumur dosa, maka
di Magdalen itu Ester diperlakukan seperti budak
dipaksa kerja di binatu dengan imbalan makan
sekadarnya dan tak diberi upah.
Meskipun dalam kondisi hamil, Ester tetap tidak
mendapat makanan bergizi. Bahkan, ia harus bangun pagi
untuk misa subuh, sarapan, lantas bekerja di binatu.
Bersama para maggie (sebutan untuk penghuni Magdalen)
yang lain, ia diperlakukan seperti tahanan. Tak
diijinkan keluar, bahkan menerima tamu pada jam kerja.
Lebih tragis, saat dia melahirkan, anak haram itu pun
tidak menjadi anak Esther. Seperti wanita lain di
Magdalen, para biarawati menganggap Esther bukan
sebagai ibu yang baik karena itu, anaknya dititipkan
di panti asuhan Haly Saints dan hak Esther sebagai ibu
pun dirampas.
Tak mau hidup terus di Magdalen yang mirip penjara,
maka dia mengirim surat pada keluarga di kampung.
Esther lalu dijemput bibinya, Patricia O`Malley.
Tetapi, Esther tak mau jauh dari anaknya. Pasca dari
Magdalen, ia memilih tinggal di Dublin. Ia tak mau
menghadapi hidup bersama keluarga. Dia sudah bertekat
menjadi Magdalena, tak mau bersembunyi di Magdalen
--seperti Detta, Bernice dan para meggie lain-- untuk
memalingkan diri dari kehidupan. Esther memilih
melupakan masa lalu dan memulai kehidupan baru.
***
MEMBACA The Magdalen ini, saya teringat klimaks novel
Burned alive yang ditulis Souad (nama samaran) yang
menceritakan kisah nyata yang dialami setelah ia hamil
di luar nikah dan keluarga Souad memutuskan
membunuhnya atas nama kehormatan keluarga. Tetapi,
nasib Esther yang tidak mendapat hak sebagai ibu,
nyaris mirip akhir kisah novel Gadis Pantai karya
Pramoedya yang kehilangan hak asuh anak yang
dilahirkan gadis pantai. Padahal, gadis pantai itu
dinikahi secara sah dan setelah melahirkan, ia
diceraikan dan tak memiliki hak bahkan untuk sekadar
menjenguk anaknya.
Sebagaimana novel Burned alive dan Gadis Pantai,
novel The Magdalen inipun membawa pesan tentang
perjuangan perempuan atas nasib tragis yang kerapkali
diterima lantaran ia lahir sebagai kaum hawa. Lebih
tragis, di balik dalih kebenaran agama juga tradisi
justru tak jarang "hukuman yang buruk" terhadap kaum
hawa yang hamil dan hak ibu ternyata tidak memihak
kaum perempuan. Padahal, agama seharusnya jadi
pencerah bagi kehidupan bukan mencelakai nasib
perempuan.
Tak salah, pengarang asal Iralandia yang mendapat
"kesuksesan # 1 national bestseller" untuk novel ini,
mengangkat kisah nyata ini tak lain untuk menguak
tabir bisu di balik tembok Magdalen atas penderitaan
yang dialami warga Magdalen untuk dapat dijadikan
"pelajaran" bagi peradaban. (N. Mursidi, cerpenis dan pengelola blog
http://etalasebukuku.blogspot.com)

ReviewReviewReviewSep 10, '07 11:53 PM
for everyone
Category:Books
Genre: Nonfiction
Author:Norah Vincent
Bertualang Menjadi Lelaki

Judul : Female Undercover
Penulis : Norah Vincent
Penerjemah : Soemarni
Penerbit : Dastan Books
Cetakan : I, 2007
Tebal : 512 Halaman

BUKU ini memaparkan kisah petualangan Norah Vincent--seorang wanita,
jurnalis--yang menyamar menjadi seorang laki-laki. Dengan modal
potongan rambut pendek, kacamata, bulu wajah, penis palsu, serta
setelan lelaki, selama satu setengah tahun Norah berubah menjadi
lelaki tanpa ketahuan! Selama delapan belas bulan itu Norah
mengganti namanya menjadi Ned dan berusaha menjadi "lelaki sejati".
Ned melakukan segala macam aktivitas lelaki. Dia bergabung dengan
liga boling khusus lelaki, kencan dengan para wanita, bekerja
sebagai salesman dari pintu ke pintu, nongkrong di klub-klub
striptease, bahkan tinggal di biara selama tiga minggu!

Sebuah petualangan yang mengagumkan dan memprovokasi pikiran. Banyak
cerita lucu sekaligus serius, cerdas sekaligus menghibur. Dia
menemukan bahwa sebenarnya dunia lelaki itu jauh lebih baik--
sekaligus jauh lebih buruk--daripada apa yang dibayangkan oleh
kebanyakan perempuan. Demi melakukan risetnya ini, Norah Vincent
rela melepaskan pekerjaannya sebagai kolumnis opini di Los Angeles
Times. Karyanya itu telah diliput oleh sejumlah radio dan televisi,
serta muncul di berbagai media cetak seperti The New Republic, New
York Post, The Village Voice, dan The Washington Post. Buku yang
menarik untuk dibaca.

ReviewReviewReviewSep 6, '07 2:27 AM
for everyone
Category:Other
Pygmalion adalah seorang pemuda yang berbakat seni memahat. Ia sungguh piawai dalam memahat patung. Karya ukiran tangannya sungguh bagus. Tetapi bukan kecakapannya itu menjadikan ia dikenal dan disenangi teman dan tetangganya.

Pygmalion dikenal sebagai orang yang suka berpikiran positif. Ia memandang segala sesuatu dari sudut yang baik. Apabila lapangan tengah kota becek, orang-orang mengomel. Tetapi pygmalion berkata ”Untunglah, lapangan yang lain tidak sebecek ini.”

Ketika ada seorang pembeli patung ngotot menawar-nawar harga, kawan-kawan pygmalion berbisik,”Kikir betul orang itu.” Tetapi pgymalion berkata,” Mungkin orang itu perlu mengeluarkan uang untuk urusan lain yang lebih perlu.” Ketika anak-anak mencuri apel di kebunnya, pygmalion tidak mengumpat. Ia malah merasa iba, ”Kasihan, anak-anak itu kurang mendapat pendidikan dan makanan yang cukup di rumahnya.”

Itulah pola pandang pygmalion. Ia tidak melihat suatu keadaan dari segi buruk, melainkan justru dari segi baik. Ia tidak pernah berpikir buruk tentang orang lain.
Sebaliknya, ia mencoba membayangkan hal-hal baik di balik perbuatan buruk
orang lain.

Pada suatu hari pygmalion mengukir sebuah patung wanita dari kayu yang sangat halus. Patung itu berukuran sama persis seperti manusia sungguhan. Ketika sudah rampung, patung itu tampak seperti manusia betul. Wajah patung itu tersenyum manis menawan, tubuhnya elok menarik.

Kawan-kawan pygmalion berkata,”Ah, sebagus-bagusnya patung, itu cuma sebuah patung, bukan isterimu.” Tetapi pygmalion memperlakukan patung itu sebagai manusia betulan. Berkali-kali patung itu ditatapnya dan dielusnya. Para dewa yang berada di gunung Olympus memperhatikan dan menghargai sikap pygmalion tersebut. Lalu mereka memutuskan untuk memberikan anugerah kepada pygmalion yaitu mengubah patung tersebut menjadi manusia betulan. Pygmalion hidup bahagia dengan istrinya. Konon istrinya adalah wanita tercantik di seluruh negeri Yunani.

Cerita Pygmalion ini lebih dikenal dengan nama Efek Pygmalion. Intinya adalah apa yang benar-benar kita yakini akan menjadi suatu kenyataan. Seperti yang dikatakan oleh Plato,”Anda adalalah apa yang anda pikirkan.” Bila kita selalu berpikir diri kita bodoh, maka ini akan betul-betul terjadi diri kita menjadi bodoh. Penting juga bagi seorang manager atau pemimpin yang sering meragukan kemampuan anak buahnya untuk menyelesaikan suatu pekerjaan. Otomatis keraguan itu akan menjadi kenyataan.

Mulai dari sekarang kita harus mulai membangun keyakinan dalam diri kita dan membuang seluruh keyakinan yang membatasi kita selama ini. Seperti ragu-ragu, minder, malas, pesimis, pasif, kurang percaya diri, putus asa, rendah hati dll.

Selamat membuktikan Efek Pygmalion dalam kehidupan Anda!